…. Empat tahun lalu, kutinggalkan kota ini. Kota yang menorehkan banyak kenangan dalam catatan kehidupan ku, kota yang mengajarkan aku cara menjadi seseorang yang mandiri. Bahkan di kota ini ketemukan pelita hati yang kini menjadi pengiring jalan dalam menempuh langkah hidup ….
Kini empat tahun telah berlalu, putaran roda kehidupan kembali membawa ku ke kota Manado. Perjalanan ke Manado dimulai dengan sebuah perjalanan menegangkan. Pesawat Garuda dengan flight number GA 602 terbang meninggalkan bandara Sultan Hasanuddin tepat pukul 11.30 WITA, melalui pengeras suara sang pilot menyapa para penumpang dengan memberikan detil perjalanan. Dengan nada datar, sang pilot mengatakan bahwa perjalanan kali ini akan diwarnai dengan beberapa guncangan kecil karena cuaca yang sedikit berawan.
Kutengok jam yang melingkar di pergelangan tangan, waktu menunjukkan pukul 12.30, sesuai perhitungan maka perlahan kupersiapkan diri untuk pendaratan. Seiring dengan seatbelt yang sudah kukencangkan, terdengar suara sang pilot yang menginformasikan bahwa cuaca di Manado tidak memungkinkan untuk melakukan pendaratan karena jarak pandang yang sangat terbatas sehingga pesawat akan berputar sebentar di udara untuk menunggu cuaca membaik.
Dalam masa penantian tersebut, turbulensi bergantian menghantam pesawat. Guncangan kecil yang tadi di informasikan sang pilot ternyata adalah guncangan yang cukup mendebarkan jantung. Tiga puluh menit berlalu, selama itu pesawat terasa hening. Mungkin semua penumpang khusyuk dalam doa memohon keselamatan. Dari balik jendela terlihat awan hitam masih menggelayut di langit manado, sehingga sang pilot memutuskan bahwa pesawat akan Return To Base ke Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Selama perjalanan kembali ke Makassar, pesawat kembali diguncang dengan “sedikit” guncangan yang terasa semakin “biasa”. Akirnya tepat pukul 14.30 WITA pesawat mendarat dengan mulus di Bandara Sultan Hasanuddin. Ingin rasanya mencium tanah nya pertanda kegembiraan (hehehehe lebay ….)
Tiga puluh menit refueling dan menunggu laporan cuaca dari Manado, pesawat kembali mengangkasa. Kali ini perjalanan terasa lebih menyenangkan. Cuaca tampaknya telah lelah menguji kami, dan perjalanan Makassar – Manado akhirnya dapat diselesaikan dengan mulus. Kulirik kembali jam tanganku, waktu menunjukkan pukul 04.30 WITA saat aku melangkahkan kaki meninggalkan garbarata yang membawa kami keluar dari pesawat.
… Akhirnya aku kembali lagi ke kota ini, terasa belum banyak yang berubah !!!!